Your Details

    Click Here to get your PDF.

    Extending modern bank services to every citizen in Digital India

    Centuries-old institution reinvents itself for digital age

    The Indian subcontinent gave rise to one of the world’s oldest civilizations—yet roughly half of the nation’s population today is less than 30 years old.

    SBI itself embodies such complexities. At over two centuries old, the bank must reinvent itself for relevance to digitally savvy young customers who demand fast, reliable, and secure mobile payment services. New business-to-business services require fast time to market. SBI is publicly traded and must operate competitively as a business to satisfy shareholders.

    At the same time, the bank is 51% state-owned and committed to national policies of citizen service. When the government launched an initiative to ensure every Indian has a bank account, 55% of that load fell on SBI. The bank’s account base also grew when associate banks were merged into SBI, and it must prepare for continued growth both in-country and internationally.

    Evolving from its 19th century roots, SBI is at the forefront of the country’s digital transformation, and must operate as a modern, agile institution serving national prosperity.

    Becoming a technology company with a banking license

    Skyrocketing growth combined with the rise of new digital channels, called for IT transformation of a magnitude SBI had never before experienced. SBI’s account base grew from 500 million to 750 million through governmentmandated mergers, and continued growth remains on the horizon. Bank systems must be ready to support up to two billion accounts, along with the resulting data explosion.

    SBI aimed to upgrade its core banking infrastructure, modernize its ATM network, and strengthen security. While SBI’s brick-and-mortar branch network is essential, younger customers demand digital services. What’s more, only approximately 140 million of India’s mobile phones today are smartphones; SBI needs a hybrid infrastructure to support a seamless experience for all customers.

    Although SBI has steadily upgraded its technology infrastructure over the years, the bank needed its IT data center footprint re-designed and equipped for next-generation capabilities to support growing digital services such as SBI’s mobile wallet. To these ends, it endeavored to reinvent its IT technology stack and data center architecture for lower cost and greater adaptability.

    Solution

    Future-oriented architecture delivers scale, resilience, security

    To meet next-generation customer demands, SBI re-designed its data center architecture and upgraded its IT technology stack for growth and agility. Benchmark testing of its domestic core banking application on the new HPE platform proved the system can scale to support masses of customers.

    SBI’s international banking application was deployed on a new High Availability architecture, including highperformance computing and all-flash storage from HPE. The virtualized set-up meets global banking standards and enables database hosting that fulfills each country’s requirements including timely reconciliation across zones

    SBI is working with HPE Pointnext consulting on end-to-end engineering to reinvent its physical data center footprint. It’s one of the first banks in India to adopt a three-way setup to deliver full redundancy, with a main data center, a hotsite replica, and a disaster recovery facility for maximum resilience. A new modular, 9 megawatt, 43,000 square foot, Tier III (99.982% availability) data center is under construction in Hyderabad.

    For its growing mobile banking services, SBI worked with HPE and its partner, VMware, to create a robust, scalable private cloud. SBI is also deploying HPE composable infrastructure to upgrade tellers’ web access to the core banking system and strengthen branch security with biometric fingerprint scanning of tellers—a use case that approaches Internet of Things capabilities.

    Results 

    Positioned for prosperity

    As increasing banking opportunities bring India’s 1.3 billion people into the country’s thriving economy, SBI’s new highavailability infrastructure is helping the bank add new customers and escalate mobile banking adoption by providing massive scalability, business agility, security, and a seamless customer experience through all of the bank’s delivery channels around the world. SBI’s mobile banking app, SBI Buddy Wallet, brought money transfer, purchasing, and bill paying to more than 10 million new users in just one year.

    The highly available infrastructure enables SBI to host e-banking and e-trade services as part of its global expansion while meeting compliance requirements of dozens of regulators worldwide. The new modular data center architecture is flexible to grow as SBI’s business does, with energy efficiency and adaptability to market demands that cannot be foreseen today.

    Revitalizing staff productivity, for every two new IT employees, SBI now can free 10 bank and office employees from non-value-added operational tasks—and redirect them toward future-oriented marketing initiatives.

    Since rising on the banks of the Indus River millennia ago, India’s civilization has reinvented itself continuously. Today’s journey toward Digital India, supported by SBI’s technology-enabled innovations, embraces all citizens as active participants in the global future.

    Memperluas layanan Digital bank modern ke setiap warga negara di India

    Lembaga yang hilang berabad-abad,kini menemukan dirinya kembali  untuk masuk ke era digital

    Masyarakat di benua India merupakan peradaban tertua di dunia (diperkirakan setengah dari populasi bangsa saat ini kurang dari 30 tahun).

    Saat ini SBI telah mewujudkan kompleksitas seperti itu. Dengan usia yang lebih dari dua abad, bank harus mengubah dirinya untuk relevan terhadap market baru dan pada nasabah muda yang sangat mengerti dengan era digital yang menuntut layanan pembayaran melalu seluler (mobile banking) yang lebih cepat, dapat diandalkan, dan aman. Butuh waktu yang yang cepat untuk mengakomodir layanan bisnis-bisnis baru. SBI telah di kenal oleh publik  dan harus beroperasi secara kompetitif sebagai bentuk bisnis untuk memuaskan para pemegang saham.

    Pada saat yang sama, 51% saham bank adalah milik negara dan memiliki komitmen dan kebijakan nasional untuk melayani masyarakat. Pada saat pemerintah memberikan inisiatih untuk memastikan setiap warga di india memiliki rekening bank, 55% beban itu ada pada SBI. Dasar akun bank juga bisa tumbuh Ketika bank-bank rekanan lainnya dilebur menjadi satu dalam SBI. Hal itu harus dipersiapkan agar terjadi pertumbuhan yang terus menerus baik di dalam negeri ataupun di internasional.

    Telah Berkembang dari abad ke-19, SBI saat ini berada di garis depan dalam bertransformasi digital di negara itu dan harus beroperasi sebagai lembaga modern yang gesit  melayani demi kemakmuran ranah nasional.

    Menjadi perusahaan teknologi berlisensi untuk perbankan

    Meroketnya pertumbuhan ekonomi dan dikombinasikan dengan munculnya saluran digital baru, membuat SBI harus bertransformasi, hal ini tentunya belum pernah di alami sebelumnya. Basis akun SBI tumbuh dari 500 juta menjadi 750 juta melalui merger yang dilakukan pemerintah, dan pertumbuhan yang terus berkelanjutan masih tetap berjalan. Sistem bank harus siap untuk mendukung hamper dua miliar rekening, bersama dengan banyaknya data yang akan dihasilkan.

    SBI memiliki tujuan untuk meningkatkan infrastsuktur inti dalam perbankan, memodernisasi jaringan ATM dan memperkuat keamanannya. Sementara, jaringan cabang dari SBI juga berperan penting. Nasabah yang berusia muda lebih menuntut untuk dapat melakukan layanan digital. Terlebih lagi, hanya sekitar 140 juta ponsel India saat ini adalah smartphone, oleh karena itu SBI membutuhkan infrastruktur hybrid untuk mendukung pengalaman yang lancar dan mudah bagi semua pelanggan.

    Meskipun SBI selalu meningkatkan infrastruktur teknologi selama bertahun-tahun, namun bank itu masih membutuhkan jejak pusat data TI yang dirancang ulang dan dilengkapi untuk lebih mampu mendukung generasi berikutnya berupa layanan digital yang berkembang seperti dompet ponsel SBI. Untuk mencapai tujuan ini, ia berupaya untuk menemukan kembali jejak teknologi IT dan arsitektur pusat data untuk biaya yang lebih rendah dan kemampuan beradaptasi yang lebih besar.

    Solusi

    Arsitektur dengan orientasi masa depan yang menghadirkan skala, ketahanan, dan keamanan

    Untuk memenuhi permintaan pelanggan di generasi mendatang, SBI merancang kembali arsitektur pusat data dan meningkatkan kemampuan teknologi TI untuk pertumbuhan yang lebih fleksibel. Pengujian benchmark terhadap aplikasi domestic core banking pada platform HPE, mebuktikan bahwa system ini dapat ditingkatkan untuk mendukung jumlah nasabah yang semakin banyak dan besar.

    Aplikasi perbankan berskala internasional yang dimiliki SBI di arahkan pada High Availability architecture yang baru, termasuk system komputasi yang memiliki kinerja tinggi serta data penyimpanan dari HPE.  Pengaturan virtual YANG memenuhi standar perbankan global, memungkinkan hosting basis data yang telah memenuhi persyaratan masing-masing negara termasuk rekonsiliasi tepat waktu lintas antar zona.

    SBI bekerja sama dengan HPE Pointnext berkonsultasi tentang rekayasa end-to-end untuk menemukan kembali jejak pusat data fisik yang lama. Ini merupakan salah satu bank pertama di India yang telah mengadopsi pengaturan tiga arah untuk menghasilkan redundansi penuh, dengan pusat data utama, replika hotsite, dan fasilitas pemulihan bencana untuk ketahanan maksimum. Sebuah pusat data modular baru, 9 megawatt, 43.000 kaki persegi, Tier III (ketersediaan 99,982%) sedang dibangun di Hyderabad.

    Untuk layanan mobile banking yang lebih berkembang, SBI bekerja dengan HPE dan mitranya, VMware, untuk menciptakan cloud pribadi yang kuat dan terukur. SBI juga menggunakan infrastruktur komposit HPE untuk meningkatkan akses web teller ke system inti perbankan dan memperkuat keamanan cabang dengan pemindaian sidik jari biometrik dari teller (sebuah  penggunaan kasus yang mendekati kemampuan Internet).

    Hasil

    Posisi untuk menjadi lebih Makmur

    Seiring meningkatnya peluang perbankan yang telah membawa 1,3 miliar orang India ke dalam perekonomian yang berkembang pesat di negara itu, infrastruktur tinggi yang di sediakan SBI membantu bank menambah nasabah baru dan meningkatkan penggunaan mobile banking dengan memberikan skalabilitas besar-besaran,fleksibilitas bisnis, keamanan, dan pengalaman bertransaksi yang lancar melalui semua saluran pengiriman bank di seluruh dunia. Aplikasi mobile banking SBI, SBI Buddy Wallet, membawa kenaikan transaksi seperti transfer uang, pembelian, dan pembayaran tagihan kepada lebih dari 10 juta pengguna baru hanya dalam satu tahun.

    Infrastruktur yang tersedia memungkinkan SBI untuk menjadi tuan rumah layanan e-banking dan e-trade sebagai bagian dari ekspansi global, sambil memenuhi persyaratan yang harus di taati kepada puluhan regulator di seluruh dunia. Arsitektur pusat data modular yang baru, menjadi fleksibel untuk tumbuh seperti bisnis yang dijalankan SBI, dengan efisiensi energi dan kemampuan beradaptasi terhadap tuntutan pasar yang tidak dapat di prediksi.

    Hal ini membuat SBI dapat membebaskan 10 karyawan bank dan kantor dari tugas-tugas operasional yang di nilai tidak memiliki nilai tambah dan juga bisa mengarahkan mereka ke inisiatif pemasaran yang lebih modern. Revitalisasi atas karyawan baru IT juga mungkin terjadi.

    Sejak terbit di tepi Sungai Indus ribuan tahun yang lalu, peradaban India telah menemukan kembali dirinya. Perjalanan india menuju era Digital, didukung oleh inovasi yang dilakukan oleh teknologi SBI, merangkul semua warga negara sebagai peserta aktif di masa depan global.