Audit perlu dilakukan secara rutin untuk memastikan proses bisnis berjalan sesuai kebijakan dan standar yang ditetapkan. Namun, pelaksanaannya tetap perlu disesuaikan dengan aktivitas operasional agar tidak mengganggu pekerjaan utama. Karena itu, jadwal audit perlu disusun secara terencana dengan mempertimbangkan prioritas, sumber daya, serta kebutuhan masing-masing unit.
Penjadwalan audit membantu tim menentukan kapan audit dilakukan, siapa yang terlibat, serta area apa yang perlu diperiksa. Perencanaan yang jelas juga memudahkan auditor dan auditee mempersiapkan dokumen maupun informasi yang dibutuhkan.
Tanpa perencanaan yang baik, audit dapat berlangsung bersamaan dengan aktivitas penting perusahaan. Kondisi ini berisiko membuat proses audit maupun operasional menjadi kurang optimal.
Ada beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk membuat penjadwalan audit menjadi lebih terstruktur dan terkoordinasi.
Tidak semua area memiliki tingkat risiko yang sama. Audit plan atau rencana audit sebaiknya disusun berdasarkan hasil penilaian risiko sehingga area dengan risiko lebih tinggi dapat memperoleh perhatian lebih dahulu.
Pastikan auditor dan auditee memiliki waktu yang memadai untuk mengikuti proses audit. Koordinasikan ketersediaan kedua pihak sebelum menetapkan jadwal audit agar proses pemeriksaan dapat berjalan tanpa mengganggu aktivitas utama.
Pada perusahaan dengan banyak unit atau cabang, beberapa audit dapat berlangsung dalam periode yang berdekatan. Periksa seluruh agenda untuk menghindari benturan antara auditor, auditee, lokasi, maupun sumber daya yang digunakan.
Selain menentukan tanggal pelaksanaan, tetapkan pula batas waktu untuk persiapan, pelaksanaan, penyelesaian temuan audit, hingga tindak lanjut audit. Timeline yang jelas dapat membantu setiap pihak memahami tanggung jawab dan target yang harus dipenuhi.
Perubahan agenda dapat terjadi karena kebutuhan operasional, ketersediaan auditor, atau kondisi lainnya. Setiap perubahan perlu dicatat dan dikomunikasikan agar seluruh pihak memiliki informasi terbaru mengenai cara mengelola jadwal audit.
Cara mengelola jadwal audit menggunakan spreadsheet atau dokumen terpisah dapat menjadi semakin rumit ketika jumlah audit, auditor, dan unit yang diperiksa bertambah. Tim harus memperbarui data secara manual, mengecek potensi benturan agenda, serta memastikan perubahan jadwal tersampaikan kepada pihak terkait.
Selain meningkatkan risiko kesalahan administrasi, cara tersebut juga dapat menyulitkan tim ketika membutuhkan gambaran keseluruhan proses audit. Informasi mengenai audit yang sedang berjalan, agenda berikutnya, dan status tindak lanjut dapat tersebar di berbagai file.
Auditrunner membantu perusahaan mengelola proses audit secara lebih terstruktur dalam satu platform. Pengelolaan audit dapat dilakukan secara terpusat, mulai dari perencanaan, penjadwalan, pelaksanaan, hingga tindak lanjut temuan.
Dengan informasi audit yang tersimpan secara terpusat, tim dapat memantau cara mengelola jadwal audit, status pelaksanaan, serta perkembangan tindak lanjut dengan lebih mudah. Pendekatan ini membantu mengurangi pekerjaan administratif manual sekaligus meningkatkan koordinasi antara auditor dan auditee.
Tertarik menggunakan solusi dari Auditrunner? Segera konsultasikan kebutuhan Anda bersama AMT IT Solutions dan dapatkan penawaran menarik melalui marketing@amt-it.com atau klik ikon WhatsApp.
Contact us