Penggunaan spreadsheet dalam proses audit memang menawarkan cara yang lebih praktis untuk mencatat dan mengelola data audit, terutama dalam proses yang masih sederhana. Namun, ketika jumlah audit, auditor, departemen, dan temuan semakin banyak, penggunaan spreadsheet dapat menimbulkan berbagai masalah audit manual yang menghambat efisiensi kerja. Beberapa diantaranya, seperti:
Salah satu masalah audit manual yang sering terjadi adalah data audit tersebar di berbagai file spreadsheet. Setiap auditor atau departemen dapat memiliki file sendiri untuk mencatat hasil pemeriksaan, temuan, maupun tindak lanjut.
Kondisi ini membuat tim audit harus mencari dan menggabungkan data dari banyak sumber. Selain memakan waktu, risiko menggunakan data yang sudah tidak diperbarui juga menjadi lebih tinggi.
Ketika proses audit masih mengandalkan spreadsheet, pemantauan progress biasanya dilakukan dengan memperbarui status secara manual. Auditor perlu mengecek satu per satu untuk mengetahui audit yang sudah selesai, sedang berlangsung, atau belum dimulai.
Jika jumlah audit semakin banyak, cara tersebut menjadi kurang efisien. Manajemen juga dapat kesulitan mendapatkan gambaran menyeluruh mengenai status audit tanpa melakukan rekap terlebih dahulu.
Temuan audit biasanya membutuhkan tindak lanjut dari pihak atau departemen tertentu. Dalam spreadsheet, informasi seperti PIC, deadline, dan status penyelesaian perlu diperbarui secara manual.
Hal ini meningkatkan risiko follow up terlewat, terutama ketika jumlah temuan cukup banyak. Tanpa sistem monitoring yang terpusat, auditor juga akan lebih sulit mengetahui temuan mana yang masih membutuhkan tindakan.
Masalah berikutnya berkaitan dengan kolaborasi. Pertukaran spreadsheet melalui email atau platform penyimpanan file dapat menghasilkan banyak versi dokumen.
Auditor dan auditee harus memastikan file yang digunakan merupakan versi terbaru. Proses memberikan komentar, memperbarui data, hingga melakukan revisi pun dapat menjadi lebih panjang. Kondisi tersebut menjadi salah satu masalah audit manual yang dapat menghambat penyelesaian audit.
Data yang tersimpan dalam beberapa spreadsheet perlu dikumpulkan dan diolah kembali untuk menghasilkan laporan audit. Proses rekap manual tidak hanya membutuhkan waktu, tetapi juga meningkatkan risiko human error.
Semakin banyak data yang harus diproses, semakin besar pula beban administratif tim audit. Waktu yang seharusnya digunakan untuk menganalisis risiko dan temuan akhirnya dapat tersita untuk pekerjaan administratif.
Berbagai masalah audit manual tersebut menunjukkan bahwa spreadsheet memiliki keterbatasan ketika digunakan untuk mengelola proses audit yang kompleks. Perusahaan membutuhkan sistem yang dapat membantu memusatkan data, memantau progress, mengelola temuan, dan mendukung kolaborasi dalam satu platform.
Auditrunner dapat menjadi pilihan untuk membantu perusahaan mengelola proses audit secara lebih terstruktur. Dengan dukungan sistem digital, tim audit dapat mengurangi pekerjaan manual sekaligus meningkatkan visibilitas terhadap proses dan tindak lanjut audit. Tertarik menggunakan solusi dari Auditrunner? AMT IT Solutions dapat membantu Anda menyediakan solusi audit terbaik. Untuk konsultasi dan informasi selengkapnya, hubungi marketing@amt-it.com atau klik ikon WhatsApp.
Contact us