Manajemen risiko merupakan strategi penting bagi keberhasilan bisnis. Untuk itu, perusahaan perlu mengetahui tingkat kematangan manajemen risiko agar mampu menghadapi dinamika risiko yang terus berkembang. Mengetahui risk maturity level adalah cara untuk membantu perusahaan memastikan kesiapan dalam mengelola risiko secara efektif. Simak penjelasan lengkapnya di sini!
Risk maturity adalah istilah yang menunjukkan seberapa baik perusahaan mengelola risiko melalui proses identifikasi, penilaian, pengendalian, dan pemantauan yang terintegrasi.
Perusahaan dengan tingkat kematangan manajemen risiko yang tinggi tentunya mampu memahami risk appetite dan risk tolerance. Serta mampu mengelola risiko secara efektif, hingga mengumpulkan dan mengkomunikasikan data risiko secara menyeluruh untuk mendukung pengambilan keputusan yang tepat.
Risk Maturity Model adalah kerangka untuk menilai perkembangan kemampuan manajemen risiko di perusahaan. Mulai dari pendekatan yang masih reaktif hingga tahap lanjutan di mana pengelolaan risiko dilakukan secara proaktif dan terintegrasi dengan seluruh proses bisnis.
Risk Maturity Level (LMM) umumnya terdiri dari lima tingkat kematangan. Tiap tingkatnya menggambarkan sejauh mana perusahaan dapat mengelola risiko secara terstruktur.
Pada tingkatan ad hoc, manajemen risiko belum terstruktur, tidak terdokumentasi, dan sebagian besar bergantung pada upaya individu.
Di level initial, upaya manajemen risiko belum konsisten dan masih berjalan terpisah antar unit. Bahkan, hampir tidak ada pengelolaan dari manajemen yang paling tinggi.
Kematangan risiko di level ini berarti perusahaan sudah memiliki kerangka penilaian risiko. Pimpinan mulai memiliki kesadaran terhadap risiko termasuk proses manajemen risiko secara formal. Meskipun belum sepenuhnya terintegrasi, namun tata kelola dan pedoman sudah terdokumentasi.
Aktivitas manajemen di level ini sudah terintegrasi di seluruh bisnis. Alat manajemen risiko juga sudah digunakan untuk memantau, mengukur, dan melaporkan risiko. Di level ini juga manajemen lebih bersifat taktis daripada strategis. Selain itu, perusahaan juga mampu mengambil keputusan risiko secara terukur.
Pada tingkatan terakhir ini, manajemen risiko diterapkan oleh perusahaan secara menyeluruh. Strategi diterapkan di semua level perusahaan dan diarahkan pada perbaikan berkelanjutan. Di tahap ini, strategi ERM tidak hanya mendukung mitigasi risiko, namun juga menciptakan peluang baru bagi pertumbuhan bisnis.
Langkah pertama untuk mengukur risk maturity adalah dengan melakukan audit manajemen risiko berdasarkan kriteria yang terdapat dalam Risk Maturity Model (RMM). Setiap aspek dinilai dan diberikan level kematangan yang sesuai, sehingga manajemen dapat mengetahui area yang sudah kuat dan area yang perlu ditingkatkan.
Penilaian ini dapat membantu perusahaan melakukan perbaikan secara menyeluruh dengan tujuan bisnis. Sekaligus membandingkan tingkat kematangan risikonya dengan perusahaan lain untuk meningkatkan daya saing.
Pengukuran risk maturity adalah cara yang dapat dilakukan untuk mengetahui seberapa besar risiko yang dapat diterima oleh perusahaan. Proses pengukuran tingkat kematangan manajemen risiko tersebut dapat dilakukan dengan lebih terstruktur, terukur, dan efisien dengan dukungan platform digital seperti Auditrunner.
AMT IT Solutions sebagai Auditrunner Official Partner dapat membantu Anda menyediakan solusi manajemen risiko terbaik bagi bisnis Anda. Untuk konsultasi dan informasi selengkapnya, hubungi marketing@amt-it.com atau klik ikon WhatsApp.
Contact us