7 Cara Membangun Workflow Audit yang Efektif

Workflow audit

Workflow audit yang efektif sangat penting untuk meningkatkan produktivitas, mengurangi risiko, dan memastikan kepatuhan terhadap standar yang ada. Dengan alur kerja audit yang lebih efisien, maka perusahaan dapat mendeteksi masalah lebih awal, menemukan peluang perbaikan, serta menekan biaya audit. Berikut ini cara yang dapat Anda lakukan untuk membangun alur manajemen audit yang tepat.

1. Buat Rencana dan Persiapan yang Jelas

Workflow Audit

Salah satu komponen penting dalam alur kerja audit adalah perencanaan yang matang. Proses ini dimulai dengan membuat checklist audit yang jelas agar semua area penting dapat diperiksa dan tidak ada detail yang terlewat.

Anda dapat menggunakan software audit workflow yang menyediakan checklist dan template yang dibuat secara otomatis seperti dari Auditrunner. Sehingga tim audit dapat lebih terorganisir dan semua pekerjaan audit dapat dilakukan dengan lebih efektif.

2. Lakukan Pengumpulan Data

Pengumpulan data merupakan langkah penting untuk mempermudah proses audit. Anda dapat menggunakan software audit internal untuk mengumpulkan dan menyimpan data secara terpusat, sehingga mudah diakses dalam satu sistem. Dengan begitu, workflow audit dapat berjalan secara efektif.

3. Terapkan Penilaian Risiko

Selanjutnya, lakukan penilaian risiko untuk menentukan area yang membutuhkan perhatian lebih. Dengan software audit GRC (Governance, Risk, and Compliance), potensi risiko dapat diidentifikasi sejak awal, sehingga audit dapat disesuaikan. Hal ini tentunya dapat membantu penggunaan sumber daya menjadi lebih efektif dan memastikan isu yang paling penting untuk ditangani terlebih dahulu.

4. Gunakan Software Otomatisasi

Penggunaan teknologi dalam proses audit dapat membantu menyederhanakan dan mempercepat alur kerja audit. Anda dapat menggunakan software manajemen audit dari Auditrunner untuk mengotomatiskan berbagai aktivitas seperti pemantauan progres, pengingat, dan pelaporan. Dengan begitu, dapat mengurangi pekerjaan manual dan memungkinkan auditor untuk lebih pada analisis audit.

5. Terapkan Pendekatan Kolaboratif

Adanya kolaborasi yang baik antara tim audit, pemangku kepentingan, hingga auditor eksternal dapat menciptakan alur kerja audit yang efektif. Dengan bantuan software audit workflow, tim audit dapat berbagi dokumen, berkomunikasi secara real-time, dan memberikan komentar atas temuan audit. Selain itu juga dapat meningkatkan transparansi, menyamakan persepsi, serta membantu menjaga kualitas audit secara keseluruhan.

6. Buat Laporan Audit dan Tindak Lanjut Temuan

Selanjutnya, Anda perlu membuat laporan akhir yang disusun untuk menjelaskan temuan, rekomendasi, dan tindakan perbaikan yang diperlukan. Hal ini dapat dipermudah dengan sistem manajemen audit melalui pembuatan laporan otomatis. Selanjutnya, Anda dapat melakukan tindak lanjut untuk memastikan rekomendasi benar-benar dilaksanakan. Anda dapat menggunakan software audit internal untuk membantu memantau progres perbaikan dan menjadwalkan audit lanjutan jika dibutuhkan.

7. Lakukan Upaya Perbaikan Berkelanjutan

Proses audit bersifat dinamis, sehingga perlu adanya peningkatan alur kerja secara terus menerus. Dengan melakukan evaluasi rutin terkait proses, perangkat, dan metode audit, Anda dapat menemukan mana area yang perlu diperbaiki sehingga bisnis dapat terus berkembang.

Kelola Workflow Management Bersama Auditrunner

Salah satu cara membangun workflow audit yang efisien adalah dengan memanfaatkan teknologi otomatisasi. Auditrunner merupakan penyedia software audit yang dapat menawarkan berbagai fitur audit termasuk fitur otomatisasi dan banyak lainnya.

AMT IT Solutions sebagai Auditrunner Official Partner dapat membantu Anda menyediakan software audit terbaik dari Auditrunner. Untuk konsultasi dan informasi selengkapnya, hubungi marketing@amt-it.com atau klik ikon WhatsApp.