Setiap perusahaan menghadapi berbagai risiko yang dapat memengaruhi operasional, keuangan, hingga pencapaian tujuan bisnis. Karena itu, risiko perlu dicatat dan dipantau secara terstruktur. Risk register adalah salah satu tools yang dapat digunakan. Lalu, apa itu risk register? Berikut fungsi dan cara membuatnya untuk membantu perusahaan mengelola risiko.
Risk register adalah daftar terstruktur yang berisi informasi mengenai risiko yang telah diidentifikasi oleh perusahaan. Informasi tersebut dapat mencakup jenis risiko, penyebab, dampak, tingkat kemungkinan, tingkat risiko, tindakan mitigasi, hingga pihak yang bertanggung jawab.
Risk register dapat dibuat dalam bentuk spreadsheet maupun menggunakan platform khusus risk management. Dengan dokumentasi yang terstruktur, perusahaan dapat memiliki gambaran mengenai risiko yang sedang dihadapi dan tindakan yang perlu dilakukan untuk mengelolanya.
Selain sebagai tempat mencatat risiko, risk register juga dapat membantu perusahaan melakukan proses risk management secara lebih terarah. Berikut ini beberapa fungsinya:
Risk register membantu perusahaan mendokumentasikan risiko dari berbagai departemen dan proses bisnis. Dengan begitu, risiko yang berpotensi mengganggu operasional dapat lebih mudah ditemukan dan dipantau.
Setiap risiko memiliki tingkat kemungkinan dan dampak yang berbeda. Informasi tersebut dapat digunakan untuk menentukan prioritas sehingga perusahaan dapat lebih dahulu menangani risiko dengan tingkat urgensi yang tinggi.
Fungsi lain risk register adalah untuk mencatat tindakan yang dilakukan untuk mengurangi risiko. Perusahaan kemudian dapat memantau apakah tindakan mitigasi sudah berjalan, masih dalam proses, atau membutuhkan tindak lanjut.
Setiap risiko perlu memiliki pihak yang bertanggung jawab. Penentuan risk owner membuat tanggung jawab terhadap pemantauan dan mitigasi risiko menjadi lebih jelas.
Data dalam risk register memberikan informasi mengenai kondisi risiko perusahaan. Informasi tersebut dapat menjadi pertimbangan manajemen sebelum mengambil keputusan yang berpotensi memengaruhi operasional maupun tujuan bisnis.
Agar dapat digunakan secara efektif, perusahaan perlu menyusun risk register secara sistematis. Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:
Langkah pertama membuat risk register adalah dengan mengidentifikasi berbagai risiko yang dapat memengaruhi proses bisnis, baik dari faktor internal maupun eksternal.
Kelompokkan risiko berdasarkan kategorinya, seperti operational risk, financial risk, technology risk, strategic risk, atau compliance risk.
Tentukan seberapa besar kemungkinan risiko terjadi dan seberapa besar dampaknya terhadap perusahaan. Hasil penilaian dapat digunakan untuk menentukan tingkat risiko.
Tetapkan individu atau departemen yang bertanggung jawab untuk mengawasi dan mengelola setiap risiko.
Tentukan tindakan untuk mengurangi risiko, kemudian pantau progresnya secara berkala dan perbarui status risiko sesuai kondisi terbaru.
Semakin banyak risiko dan departemen yang terlibat, pengelolaan risk register melalui spreadsheet dapat menjadi semakin kompleks. Padahal, risk register adalah bagian penting dalam proses manajemen risiko yang perlu dikelola secara terstruktur dan terpusat.
Diligent One dari Diligent membantu perusahaan memusatkan informasi risiko, memantau progres mitigasi, serta meningkatkan visibilitas risiko bagi manajemen. Dengan begitu, data risiko dapat menjadi dasar pengambilan keputusan dan strategi bisnis yang lebih baik.
Tertarik menggunakan solusi Diligent? Hubungi AMT IT Solutions melalui marketing@amt-it.com atau klik ikon WhatsApp untuk konsultasi dan penawaran menarik terkait solusi Diligent.
Contact us