3 Contoh Disaster Recovery Plan yang Dibutuhkan Perusahaan

Contoh Disaster Recovery Plan

Contoh disaster recovery plan dapat membantu perusahaan memahami langkah yang perlu dilakukan ketika terjadi gangguan serius pada infrastruktur IT. Rencana ini mencakup skenario, tahapan pemulihan, serta target waktu dan data yang harus dicapai agar operasional dapat kembali berjalan.

1. Disaster Recovery Plan untuk Server Down

Contoh Disaster Recovery Plan

Salah satu gangguan yang paling umum adalah server utama tiba-tiba tidak dapat diakses. Kondisi ini dapat membuat aplikasi dan database yang berjalan di dalamnya ikut mengalami gangguan.

Skenario

Server utama mengalami kegagalan sehingga aplikasi, database, atau layanan internal tidak dapat digunakan oleh pengguna.

Rencana Recovery

Dalam contoh disaster recovery plan ini, proses pemulihan dapat dilakukan dengan tahapan berikut:

  1. Identifikasi penyebab server down.
  2. Tentukan apakah server masih dapat dipulihkan.
  3. Aktifkan server atau lingkungan recovery.
  4. Pulihkan aplikasi dan database.
  5. Verifikasi sistem sebelum mengembalikan akses pengguna.

Target Recovery

RTO: maksimal 2 jam.
RPO: maksimal kehilangan data 30 menit.

2. Disaster Recovery Plan untuk Serangan Ransomware

Selain kerusakan infrastruktur, serangan ransomware juga dapat menghambat operasional karena file dan sistem perusahaan tidak dapat digunakan.

Skenario

Server perusahaan terinfeksi ransomware sehingga sejumlah file, aplikasi, atau sistem tidak dapat diakses.

Rencana Recovery

Untuk menangani kondisi tersebut, langkah recovery dapat mencakup:

  1. Isolasi perangkat atau server yang terdampak.
  2. Hentikan akses ke sistem yang terinfeksi.
  3. Identifikasi recovery point yang aman.
  4. Pulihkan sistem dari backup atau lingkungan recovery.
  5. Verifikasi sistem dan data.
  6. Kembalikan akses pengguna secara bertahap.

Target Recovery

RTO: maksimal 4 jam.
RPO: maksimal kehilangan data 1 jam.

3. Contoh Disaster Recovery Plan Menggunakan Azure

Perusahaan yang menggunakan server atau virtual machine dapat memanfaatkan cloud sebagai lingkungan alternatif ketika infrastruktur utama mengalami gangguan.

Skenario

Perusahaan membutuhkan lingkungan recovery untuk menjalankan workload apabila server atau infrastruktur utama tidak dapat digunakan.

Rencana Recovery

Tahapan dalam contoh disaster recovery plan berbasis Azure meliputi:

  1. Identifikasi workload yang perlu diproteksi.
  2. Replikasi workload ke Azure.
  3. Tentukan recovery point dan target RTO/RPO.
  4. Aktifkan failover ketika terjadi disaster.
  5. Jalankan workload pada lingkungan recovery di Azure.
  6. Validasi aplikasi dan data.
  7. Lakukan failback setelah infrastruktur utama kembali siap.

Solusi yang Dapat Digunakan

Azure Site Recovery dapat digunakan sebagai bagian dari strategi Azure Disaster Recovery untuk membantu proses replication, failover, dan recovery workload.

Buat Disaster Recovery Plan dengan Azure Disaster Recovery

Menyusun contoh disaster recovery plan saja belum cukup jika belum disesuaikan dengan kondisi infrastruktur perusahaan. Dengan Azure Disaster Recovery, perusahaan dapat menyiapkan strategi pemulihan yang lebih terstruktur untuk menjaga workload dan data tetap tersedia ketika terjadi disaster.

Tertarik menggunakan solusi dari Microsoft Azure? AMT IT Solutions sebagai Microsoft Official Partner dapat membantu menyediakan solusi terbaik untuk bisnis Anda. Untuk konsultasi dan informasi selengkapnya, hubungi marketing@amt-it.com atau klik ikon WhatsApp.