Mengelola risiko tidak cukup hanya dengan mencatat risiko yang sudah terjadi. Perusahaan juga perlu memantau tanda-tanda yang menunjukkan adanya perubahan tingkat risiko sebelum berkembang menjadi masalah yang lebih besar. Key Risk Indicator adalah salah satu pendekatan yang dapat digunakan.
Key Risk Indicator adalah metrik yang digunakan untuk mengukur tingkat risiko atau perubahan kondisi yang berkaitan dengan tujuan bisnis. KRI dapat berfungsi sebagai sinyal peringatan dini ketika suatu risiko mulai bergerak ke arah yang berpotensi mengganggu operasional atau pencapaian target perusahaan.
Contohnya, perusahaan dapat menggunakan jumlah gangguan layanan, peningkatan keluhan pelanggan, atau jumlah kegagalan backup sebagai indikator untuk memantau risiko tertentu. Karena karakteristik dan prioritas setiap perusahaan berbeda, KRI perlu disesuaikan dengan risiko yang paling relevan bagi bisnis.
KRI merupakan instrumen penting untuk melihat perubahan risiko bisnis berdasarkan data yang terukur. Beberapa fungsi Key Risk Indicator adalah sebagai berikut:
KRI memberikan sinyal ketika kondisi tertentu mulai berubah. Dengan demikian, perusahaan dapat mengambil tindakan sebelum risiko berkembang menjadi insiden yang lebih besar.
Indikator yang dipantau secara berkala membantu perusahaan mengetahui apakah tingkat risiko masih berada dalam batas yang dapat diterima atau mulai meningkat.
Data KRI dapat memberikan informasi yang lebih konkret kepada manajemen ketika menentukan prioritas, alokasi sumber daya, maupun tindakan mitigasi.
Perubahan nilai KRI dari waktu ke waktu dapat membantu perusahaan melihat apakah langkah mitigasi yang diterapkan memberikan hasil yang sesuai dengan harapan.
Agar dapat digunakan secara efektif, Key Risk Indicator adalah indikator yang perlu dipilih berdasarkan risiko dan tujuan bisnis yang jelas. Berikut beberapa langkah yang dapat diterapkan:
Mulailah dengan menentukan risiko yang memiliki dampak signifikan terhadap operasional atau tujuan perusahaan.
Identifikasi kondisi atau faktor yang dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya risiko. Faktor tersebut dapat menjadi dasar dalam menentukan indikator.
Gunakan indikator yang memiliki data jelas dan dapat dibandingkan secara berkala. Hindari indikator yang terlalu umum atau sulit diukur.
Tentukan batas nilai yang menunjukkan kondisi normal, waspada, hingga berisiko tinggi. Threshold membantu tim mengetahui kapan tindakan perlu dilakukan.
Sesuaikan frekuensi pemantauan dengan karakteristik risiko. Risiko yang dapat berubah dengan cepat membutuhkan monitoring yang lebih sering.
Pengelolaan KRI dapat menjadi lebih kompleks ketika perusahaan memiliki banyak risiko, indikator, pemilik risiko, dan data dari berbagai departemen. Key Risk Indicator adalah bagian dari proses pemantauan yang membutuhkan data terstruktur agar perubahan risiko dapat ditindaklanjuti secara tepat.
Diligent One membantu perusahaan memusatkan aktivitas governance, risk, dan compliance dalam satu platform. Solusi ini menyediakan tampilan risiko melalui dashboard terintegrasi. Dengan pengelolaan yang lebih terpusat, perusahaan dapat memantau indikator risiko secara lebih terstruktur sekaligus memperoleh gambaran yang lebih menyeluruh mengenai kondisi risiko perusahaan.
Tertarik menggunakan solusi dari Diligent? Konsultasikan segera kebutuhan Anda bersama AMT IT Solutions melalui marketing@amt-it.com atau klik ikon WhatsApp.
Contact us