Mengenal Konsep dan Tipe Digitalisasi Industri 4.0 Bagi Perusahaan

digital industri

Era industri 4.0 menghadirkan berbagai istilah baru, seperi e-Commerce, marketplace, e-Business, dan lain sebagainya. Salah satu proses yang mengalami perubahan, seperti penjual dan pembeli tidak perlu bertemu lagi untuk melakukan transaksi, karena dengan inovasi teknologi digital, proses jual beli menjadi lebih mudah.

“Kehadiran era digital memunculkan banyak pengubahan di berbagai sektor industri. Peran teknologi menjadi sangat penting untuk diterapkan oleh perusahaan.”

Transformasi digital dan industri 4.0 akan membawa dampak yang sangat besar terhadap perekonomian Indonesia. Dengan adanya transformasi digital dalam proses bisnis, pemasaran produk menjadi lebih mudah. Tim manajemen dapat melakukan pemasaran melalui berbagai platform, salah satunya seperti sosial media dan website.

Proses digital mencakup industri perbankan, transportasi, pendidikan, manufaktur, dan lainnya. Digitalisasi menjadi suatu inovasi yang menjanjikan bagi perkembangan bisnis usaha, serta proses ini akan meningkatkan efektivitas dan efisiensi.

Dalam praktik dan penerapannya, proses digital melibatkan sejumlah aspek inti, salah satunya cyber-physical system, internet of things, cloud computing, dan cognitive computing. Transformasi digital suatu perusahaan dapat dikategorikan ke dalam 4 tipe strategi, yaitu:

Platform

Strategi ini melibatkan suatu platform terhadap layanan perusahaan yang terhubung langsung dengan pelanggan dan pihak pendukung lain. Harvarad Business Review melakukan sebuah survei terhadap proses digital, hasilnya adalah 1 dari 3 perusahaan besar pernah menggunakan strategi ini untuk memulai transformasi digital di masa industri 4.0. Industri yang paling banyak menggunakannya adalah sektor pariwisata, seperti dalam layanan pemesanan hotel.

Produk & Layanan Berbasis Digital

Strategi ini dianggap sebagai konsep paling populer. Perusahaan akan jauh lebih fokus pada pembaruan produk dan layanan konvensional. Banyaknya penerapan konsep ini di berbagai perusahaa, sehingga tim manajemen perusahaan dapat dengan mudah menemukannya dalam keseharian, seperti salah satunya adalah pembaruan sistem transportasi konvensional menjadi pemesanan digital atau online. Selain itu, perlengkapan rumah, seperti smart TV dan penghisap debu digital merupakan contoh dari penerapan strategi ini.

Saluran Digital

Strategi yang satu ini banyak dilakukan oleh perusahaan yang ingin meningkatkan aspek pelayanan. Hampir 50% perusahaan yang bersaing di era Industri 4.0, saat ini sudah memanfaatkan pendistribusian digital, seperti online marketplace atau website milik perusahaan. Tujuannya agar produk dan layanan yang ditawarkan perusahaan dapat diakses secara lebih mudah dan cepat oleh calon pelanggan.

Apakah itu GRC

Cost Efficiency

Strategi yang terakhir berupa automasi penghitungan biaya anggaran perusahaan yang menginginkan peningkatan keuntungan dalam proses transformasi digital. Strategi ini umumnya digabungkan dengan sejumlah strategi lain untuk mendapatkan hasil yang lebih optimal, sehingga beban pengeluaran biaya menjadi lebih efektif.

Ke empat strategi tersebut tidak dapat berjalan sesuai rencana, jika tim manajemen tidak melibatkan berbagai divisi dalam penerapannya. Tim manajemen harus mendorong setiap tim untuk bergabung dalam implementasi digitalisasi pada perusahaan. Selain itu, tim manajemen juga bisa mengandalkan tenaga ahli atau IT consultant tepercaya dan berpengalaman, seperti AMT IT Solutions. Keterlibatan para pengembang profesional dalam bidang Robotic Process Automations, GRC Solutions, Enterprise Mobility Management, dan lainnya, akan memberikan dampak positif bagi transformasi digital yang telah disusun oleh perusahaan.

Dengan demikian, proses digitalisasi Industri 4.0 dapat meningkatkan produktivitas bagi seluruh pegawai. Kolaborasi setiap divisi dan komunikasi antar perusahaan dapat terjalin secara lebih efektif. Hasilnya, peningkatan keuntungan dan peluang bisnis baru dapat dirasakan oleh perusahaan di era transformasi Industri 4.0.