Mengenal Lebih Jauh Apa Itu Backdoor Attack dan Bagaimana Cara Mencegahnya

Backdoor adalah

Perkembangan teknologi yang pesat bukan hanya menghasilkan inovasi yang membantu mempermudah hidup manusia, namun juga mengakibatkan banyaknya bermunculan jenis virus malware yang dapat disusupkan ke sistem data perusahaan, dengan tujuan meminta tebusan, megambil data perusahaan, dan berbagai hal yang dapat merugikan.

Dari berbagai jenis temuan tersebut, kali ini kita akan membahas salah satu jenis malware yang menjadi pembicaraan hangat sejak tahun 2013 lalu, yaitu Backdoor. Jenis malware ini awalnya  diciptakan oleh para programmer untuk mendapatkan akses khusus, dengan tujuan agar dapat masuk ke dalam program yang mereka kembangkan.

Para programmer membuat backdoor agar jika suatu saat terjadi masalah pada program mereka, seperti crash maupun masalah yang diakibatkan oleh bug, backdoor menjadi salah satu solusi yang berhasil dibuat.

Di artikel kali ini, tim AMT IT Solutions akan membahas backdoor lebih mendalam, serta memberikan solusi terbaik untuk mencegah backdoor menyusup ke dalam pusat data perusahaan Anda.

Malware

Backdoor adalah sebuah portal yang tidak dapat dikenali. Portal ini memperbolehkan tim administrator agar dapat masuk ke sistem untuk melakukan troubleshooting atau maintenance.

Sejarah backdoor bermula pada tahun 1983, Kenneth Thompson, yang merupakan salah seorang programmer untuk sistem operasi UNIX berhasil membuat sebuah program proses login pada tahun 1983 ketika memperoleh Turing Award. Program tersebut digunakan dalam sistem operasi UNIX dengan menggunakan bahasa pemrograman C, sehingga ia dapat mengakses sistem UNIX yang berjalan di dalam jaringan internal Bell Labs.

Backdoor yang Ia ciptakan itu ternyata tidak dapat melindungi dirinya dari pendeteksian dan pembuangan dari sistem, meskipun pengguna berhasil menemukannya, karena memang backdoor ini melakukan rekompilasi.

Biasanya, sistem yang dapat dibobol oleh jenis malware satu ini adalah sistem yang menggunakan jaringan terbuka, aplikasi/plugin bajakan, serta password dan firewall yang lemah.

Dari mulanya sebagai software, backdoor berubah menjadi malware yang dapat membahayakan sistem. Sampai saat ini, jenis malware satu ini menjadi musuh besar bagi tim security untuk menanganinya.

Spyware

Salah satu contohnya adalah, backdoor attack dapat dienkripsi ke dalam kode di sebuah e-commerce untuk mengizinkan developer tersebut memperoleh informasi mengenai aktivitas transaksi, termasuk salah satunya informasi kartu kredit.

Melalui perkembangannya, backdoor memiliki dua jenis, di antaranya adalah

  • Web Shell Backdoor

Jenis backdoor ini memiliki tipe serangan yang baru dalam aktifitas deface, merupakan sebuah code-code yang disusun menjadi script rahasia. Digunakan untuk mengendalikan sebuah website/server. Serangan ini salah satu upaya untuk melakukan deface pada sebuah website.

Sederhananya webshell dapat tertanam dengan memanfaatkan suatu bug yang terdapat pada web.

  • System Backdoor

System backdoor adalah jenis yang dapat membuka akses keseluruhan sistem dan memberikan keleluasaan pada hacker untuk memodifikasi sistem. Jenis ini juga termasuk backdoor yang paling umum ditemui dibanding backdoor jenis lainnya.

Cara Mencegah Backdoor

Terdapat beberapa metode yang dapat digunakan oleh Anda untuk mencegah backdoor masuk ke dalam pusat data. Di antaranya adalah :

- Gunakan Antivirus

Saat ini banyak pengembang antivirus yang menawarkan tingkatan keamanan untuk mencegah malware. Namun tim AMT IT Solutions merekomendasikan Anda untuk menggunakan antivirus Kaspersky  Antivirus satu ini dapat menjadi solusi antivirus yang paling kuat saat ini di pasar golobal bagi perusahaan. Kaspersky dapat memberikan tingkat deteksi yang sangat baik, dengan kombinasi perlindungan real-time dan update definisi yang dapat dikirimkan ke setiap komputer secara teratur.

Kaspersky dapat membantu Anda untuk mendeteksi dan menghindari sejumlah malware seperti trojan, rootkit, dan spyware yang biasanya digunakan para penjahat siber untuk melancarkan serangan backdoor.

 

- Terapkan Multi-Factor Authentication

Multi-factor authentication (MFA) merupakan mekanisme autentikasi melalui tiga jenis verifikasi , yaitu gabungan antara single & two factor authentication. Dengan menerapkan MFA, hanya pengguna yang memiliki izin saja yang dapat mengakses sistem, karena telah berhasil melalui proses autentikasi.

- Waspada dengan Software Open-Source

Jika Anda memilih untuk menggunakan software open-source, pastikan bahwa software yang Anda gunakan mendapat rating bagus dan terjamin aman. Memang software open-source ini termasuk dalam kategori legal, tetapi ada banyak backdoors tersembuyi yang bisa mencuri informasi atau bahkan mengontrol sistem Anda.

Hackers juga mengetahui bahwa mengubah kode software bisa memberi mereka akses backdoor ke komputer atau jaringan lain.

Dengan adanya backdoor, hacker bisa dengan mudah masuk ke sistem data perusahaan Anda. Oleh karena itu, Anda perlu berhati-hati dengan adanya backdoor dan prioritaskan anggaran Anda untuk melakukan pencegahan.

AMT IT Solutions akan membantu Anda untuk melakukan pencegahan dini, monitoring sistem data, sampai melakukan mitigasi. Dengan berbagai partner terkemuka, kami akan memberikan solusi terbaik bagi perusahaan Anda.