Pemahaman tentang cara mengidentifikasi hingga mengelola risiko strategi adalah fondasi utama untuk mewujudkan perkembangan bisnis. Namun, ada beberapa tantangan yang dapat menghambat pemahaman tersebut. Seperti ketidakpastian regulasi, konflik politik, hingga tekanan ekonomi. Berikut ini pemahaman mengenai apa itu risiko strategi dan cara yang dapat Anda lakukan untuk mengatasinya.
Risiko strategi adalah jenis risiko yang mengancam kemampuan perusahaan dalam menetapkan dan menjalankan strategi yang telah dipilih. Berbeda dengan risiko operasional atau keuangan yang memengaruhi aktivitas sehari-hari, risiko dalam strategi dapat berdampak pada keputusan mendasar yang menentukan arah perusahaan serta keberhasilannya untuk jangka panjang.
Ada beberapa contoh risiko yang dapat terjadi dalam penerapan strategi perusahaan, beberapa di antaranya seperti:
Risiko ini muncul ketika pesaing dapat berinovasi dan meningkatkan penawaran mereka lebih cepat dibandingkan perusahaan Anda. Hal ini tentunya dapat menjadi ancaman besar bagi perusahaan yang masih mengandalkan sistem lama dan model bisnis tradisional.
Risiko regulasi muncul ketika terdapat peraturan baru yang mengganggu model bisnis hingga mengalihkan fokus pimpinan dari aktivitas utama. Adanya regulasi yang terus berubah dan persyaratan yang berbeda-beda dapat mengakibatkan sanksi, pembatasan operasional, hingga kerusakan reputasi.
Risiko politik timbul dari perubahan politik seperti pemilu, pergeseran kebijakan, hingga ketegangan internasional yang dapat mengganggu operasional bisnis. Akibatnya, paparan rantai pasok di wilayah yang tidak stabil dapat berpengaruh sehingga perlu diperhitungkan perencanaan strategisnya.
Risiko keuangan berkaitan dengan kesehatan finansial perusahaan, seperti risiko likuiditas, paparan nilai tukar, risiko kredit, hingga kelemahan struktur permodalan. Meskipun berasal dari faktor eksternal, jenis risiko ini juga seringkali muncul dari keputusan internal terkait investasi hingga pengelolaan kas.
Risiko ekonomi mencakup faktor makro ekonomi yang lebih luas, seperti resesi, inflasi, perubahan suku bunga, hingga nilai tukar. Faktor-faktor ini memengaruhi seluruh pasar dan industri, sehingga sulit dihindari, namun tetap dapat diantisipasi melalui perencanaan yang matang.
Beberapa cara mengatasi risiko strategi adalah sebagai berikut:
Anda dapat mulai memahami secara jelas visi, misi, dan tujuan strategis perusahaan agar risiko dinilai dalam konteks arah dan prioritas jangka panjang.
Identifikasi risiko internal dan eksternal yang dapat memengaruhi pencapaian tujuan strategis, seperti risiko kompetitif, regulasi, teknologi, ekonomi, reputasi, dan tata kelola.
Nilailah setiap risiko berdasarkan kemungkinan terjadinya dan dampaknya terhadap strategi perusahaan, termasuk potensi dampak finansial, operasional, dan reputasi.
Urutkan risiko berdasarkan tingkat signifikansinya untuk menentukan risiko mana yang paling kritis dan memerlukan perhatian manajemen dan dewan direksi.
Buat rencana mitigasi untuk risiko yang sudah diprioritaskan, baik melalui penghindaran, pengurangan, transfer, maupun penerimaan risiko dengan pengendalian yang memadai.
Lakukan pemantauan berkelanjutan dan peninjauan secara berkala terhadap risiko dan efektivitas mitigasi, karena kondisi bisnis dan lingkungan eksternal terus berubah.
Salah satu cara mengatasi risiko strategi adalah dengan membuat prosesnya menjadi lebih proaktif, berbasis data, dan prediktif. Diligent sebagai penyedia solusi manajemen risiko menawarkan solusi berbasis AI yang dapat mempermudah proses Anda.
AMT IT Solutions sebagai Diligent Official Partner dapat membantu Anda mengatasi risiko strategi perusahaan. Untuk konsultasi dan informasi selengkapnya, hubungi marketing@amt-it.com atau klik ikon WhatsApp.
Contact us