Artificial Intelligence Mengubah Cara Kerja Dunia

Artificial Intelligence mengubah cara kerja banyak perusahaan di berbagai industri. AI dinilai mampu memaksimalkan efisiensi kerja di berbagai industri.

Perkembangan teknologi mendorong pemanfaatan kecerdasan buatan semakin masif. Berbagai sumber rujukan bacaan mengenai AI dari para ahli mengacu pada Teknologi Artificial Intelligence ( Laporan para ahli yang terbit di halaman Pew Research Center (10/12), menyebutkan, AI akan membuat pekerjaan umat manusia menjadi lebih efektif. AI mengacu pada kemampuan kecerdasan mesin pembaca untuk menginterpretasikan data yang dapat mengambil keputusan untuk melakukan tugasnya berdasarkan data yang ada dengan cara kerja seperti halnya manusia.

Teknologi ini bersifat transformatif, secara perlahan akan mengubah cara kerja dunia menjadi lebih efektif, praktis, dan efisien. Pada tahun 2016 awal, kehadiran teknologi ini belum sepenuhnya dimanfaatkan oleh berbagai industri untuk menerapkannya pada barang yang diproduksi.

Seiring dengan berkembangnya waktu, konsep AI kini dipakai dalam berbagai bidang, seperti misalnya multimedia dan search engine. Salah satu contoh yang paling populer adalah Google Search Engine. Mesin pencari Google ini menggunakan algoritma artificial intelligence yang membuat setiap orang dapat mencari segala sesuatu dengan tepat. Bahkan mesin pencari Google ini dinobatkan sebagai mesin pencari terbaik di dunia, karena paling banyak digunakan.

Berikut 5 alasan Artificial Intelligence akan mengubah cara kerja dunia:

AI Sudah Terdapat Di Berbagai Tempat

Pernahkah Anda menyadari jika saat ini cara kerja dunia sudah mulai beralih ke arah kehidupan virtual atau realitas buatan. Misalnya saat Anda melakukan transaksi pembayaran di pusat perbelanjaan, kasir akan bertanya “Debit, Credit, atau E-Money?” Bahkan di beberapa tempat kopi di Jakarta saat ini sudah tidak menerima cash. Hal ini juga diterapkan sebagai salah satu langkah untuk mengurangi indikasi penyebaran virus Covid-19.

Selain metode pembayaran, banyak dari manusia yang memanfaatkan teknologi ini untuk memantau laporan cuaca dan kemacetan lalu lintas. Dua hal ini adalah contoh lain dari penerapan AI yang sering dimanfaatkan oleh manusia pada kehidupan sehari-hari. Lembaga hukum, seperti kepolisian juga memanfaatkan AI untuk memantau pelanggaran lalu lintas, seperti salah satunya tilang elektronik. Hal ini diharapkan mampu untuk dapat mengefisiensi waktu para petugas yang sebelumnya siap siaga 24 jam untuk berjaga, namun tidak untuk sekarang. Artinya, AI sudah tertanam pada cara kerja dunia untuk menghadapi hidup di masa New Normal.

Artificial Intelligence

Artificial Intelligence Menjadi Pemicu Bagi Teknologi Lain

AI adalah dasar bagi banyak tren pertumbuhan teknologi lainnya. Berbagai industri berlomba-lomba untuk menciptakan produk yang dapat beradaptasi di era transformasi digital dan New Normal. Salah satunya seperti Galvanize, menciptakan suatu produk yang mampu mendeteksi dini akan adanya fraud, serta mampu melakukan Continous Transaction Monitoring yang dapat berintegrasi di setiap divisi unit.

Berbagai perusahaan saat ini juga berfokus untuk menciptakan alat/produk semacam realitas virtual, chatbot, pengenalan wajah, dan robotika. Sekarang ini para peneliti sudah lebih mudah untuk membaca dan mengurutkan gen, hal ini dapat digunakan dalam menentukan vaksin atau obat yang lebih efektif bagi manusia. AI telah memainkan peran pada berbagai sektor industri untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, serta mengubah cara kerja dunia menjadi lebih efisien, efektif, dan praktis.

AI Akan Lebih Membantu Pekerjaan Manusia, Bukan Menghilangkan Pekerjaan Manusia

Kehadiran AI tidak semata-mata untuk meniadakan unsur manusia di dalam suatu pekerjaan. Tidak dapat dipungkiri, jika para pekerja pasti takut atau khawatir kehilangan pekerjaannya saat perusahaan menerapkan AI. Namun sebaliknya, para pekerja bisa menjadi lebih fokus untuk menciptakan produk dan kreasi baru yang bersifat inovatif. AI akan membantu meningkatkan performa kerja mereka menjadi lebih baik. Teknologi ini mampu membuat pekerjaan manusia menjadi lebih efisien dan praktis, karena tugas-tugas harian yang sifatnya monoton akan dikerjakan oleh kecerdasan mesin tersebut secara otomatis.

AI Mengubah Cara Kerja Banyak Industri

Dampak AI sudah dirasakan di berbagai industri, seperti Retail, Perbankan, Hospitality, Pertanian & Manufaktur. Sistem AI diharapkan mampu menjadi Co-Workers bagi manusia. Salah satu contohnya adalah pada bidang kedokteran. Teknologi ini dimanfaatkan untuk membantu mengidentifikasi penyakit. Pada Januari 2020. AI dikembangkan oleh Google Health. Mereka mengkonfirmasi jika AI dapat membantu para ahli radiologi dalam menemukan tanda-tanda kanker payudara pada mammogram.

AI Akan Menjangkau Lebih Luas Bagi Kehidupan Manusia

Saat ini AI tersedia dengan solusi basis as-a-service. Artinya adalah teknologi ini telah siap pakai dan akan terus berkembang pesat untuk bisnis semua industri. Misal Amazon, pada tahun 2019 telah meluncurkan “Personalize,” Layanan berbasis AI yang mampu membantu jalannya bisnis untuk memberikan rekomendasi bagi pelanggan yang disesuaikan pada hasil pencarian.

Survei Salesforce menunjukkan bahwa 52% pemasar sudah menggunakan Artificial Intelligence, dan 28% tambahan berencana untuk menggabungkan teknologi ini selama beberapa tahun mendatang. Hal ini jelas mewakili pertumbuhan terbesar yang diantisipasi oleh pemasar teknologi, bahkan lebih dari Internet of Things dan otomatisasi pemasaran.

AMT IT Solution berkomitmen fokus dalam membantu berbagai sektor industri dalam menerapkan teknologi Artificial Intelligence agar Anda dapat beradaptasi menghadapi era transformasi digital dan New Normal. Bermitra dengan Gleematic dan Galvanize, AMT IT Solutions optimis untuk mendukung penuh penerapan teknologi tersebut demi mewujudkan cara kerja digital di Indonesia.

Related Post :