Dalam monitoring keamanan siber, tidak semua peringatan menandakan adanya serangan nyata. False positive adalah kondisi ketika sistem mendeteksi aktivitas sebagai ancaman, padahal aktivitas tersebut sebenarnya aman. Jika terjadi terlalu sering, kondisi ini dapat menghambat identifikasi ancaman dan membuat tim keamanan kesulitan menentukan prioritas penanganan. Simak artikel berikut ini untuk memahami apa itu false positive.
False positive adalah hasil deteksi keliru yang membuat aktivitas normal dikategorikan sebagai ancaman. Kondisi ini dapat terjadi ketika aturan deteksi terlalu sensitif atau sistem belum memiliki konteks yang cukup untuk menilai suatu aktivitas. Hal seperti ini dapat terjadi saat Anda mengakses aplikasi, melakukan transfer data, atau menggunakan jaringan tidak biasa yang dapat memicu peringatan.
Ketika peringatan keliru muncul berulang kali, tim keamanan harus mengalokasikan waktu untuk memeriksa aktivitas yang sebenarnya tidak berbahaya. Beberapa dampak false positive adalah sebagai berikut.
Banyaknya peringatan membuat dashboard keamanan dipenuhi notifikasi yang belum tentu menunjukkan ancaman nyata. Akibatnya, tim keamanan kesulitan membedakan aktivitas berisiko dari aktivitas normal.
Setiap alert perlu diperiksa untuk memastikan validitasnya. Jika terlalu banyak peringatan keliru, waktu investigasi menjadi lebih panjang dan penanganan ancaman yang sebenarnya dapat tertunda.
Peringatan yang terus muncul dapat menyebabkan alert fatigue atau kelelahan dalam memantau notifikasi. Kondisi ini perlu diwaspadai karena false positive adalah salah satu faktor yang dapat mengurangi fokus tim terhadap peringatan penting. Akibatnya, indikator serangan yang sebenarnya membutuhkan penanganan segera berisiko terlewat.
Investigasi berulang menghabiskan waktu dan sumber daya tim keamanan. Akibatnya, upaya yang seharusnya difokuskan pada peningkatan perlindungan sistem justru tersita untuk memverifikasi aktivitas yang aman.
Setelah memahami apa itu false positive, Anda perlu mengevaluasi proses monitoring dan meningkatkan akurasi analisis ancaman melalui beberapa langkah berikut.
Tinjau aturan deteksi agar sesuai dengan kebutuhan dan risiko lingkungan IT perusahaan. Aturan yang terlalu sensitif perlu disesuaikan tanpa mengurangi kemampuan sistem dalam mendeteksi ancaman nyata.
Kenali pola akses pengguna, komunikasi jaringan, dan penggunaan aplikasi sehari-hari. Informasi ini membantu tim membedakan aktivitas normal dari perilaku yang mencurigakan.
Korelasikan data dari endpoint, jaringan, dan sistem keamanan lainnya untuk memperoleh konteks yang lebih lengkap. Dengan begitu, penilaian ancaman tidak hanya bergantung pada satu indikator.
Kelompokkan peringatan berdasarkan tingkat risiko, dampak, dan urgensi. Pendekatan ini membantu tim memusatkan perhatian pada ancaman yang paling membutuhkan tindakan.
Analisis peringatan yang sering dinyatakan aman untuk menemukan aturan yang perlu diperbaiki. Evaluasi rutin membantu meningkatkan akurasi deteksi seiring perubahan lingkungan IT perusahaan.
Untuk mencegah false positive dan meningkatkan efektivitas monitoring perusahaan membutuhkan visibilitas jaringan dan analisis ancaman yang menyeluruh. Sangfor Cyber Command dapat membantu menganalisis aktivitas jaringan serta mengorelasikan informasi ancaman agar tim keamanan memperoleh konteks yang lebih baik saat melakukan investigasi.
Pendekatan ini penting karena false positive adalah tantangan yang perlu dikelola agar tim dapat memusatkan perhatian pada aktivitas yang benar-benar mencurigakan. Dengan dukungan analisis tersebut, perusahaan dapat mengevaluasi hasil deteksi, memprioritaskan investigasi, dan mengoptimalkan proses monitoring keamanan siber. Tertarik menggunakan solusi keamanan dari Sangfor? Segera konsultasikan kebutuhan Anda bersama AMT IT Solutions melalui marketing@amt-it.com atau klik ikon WhatsApp.
Contact us