Risk-Based Audit: Pengertian, Tahapan, dan Contohnya

Risk-Based Audit adalah

Risk-Based Audit adalah metode audit internal yang berfokus pada perencanaan dan pelaksanaan audit pada area dengan tingkat risiko tinggi. Sehingga sumber daya audit dapat digunakan dengan lebih efektif dan relevan sesuai tujuan bisnis. Simak pembahasan lengkapnya melalui artikel berikut ini.

Apa Itu Risk-Based Audit?

Risk-Based Audit adalah

Dalam ekosistem audit, Risk-Based Audit adalah salah satu metode audit yang memfokuskan pemeriksaan pada proses, unit, maupun area yang memiliki tingkat risiko tinggi. 

Berbeda dengan audit tradisional yang berfokus pada kepatuhan dan pemeriksaan menyeluruh tanpa membedakan risiko. Risk-Based Audit atau disingkat RBA lebih fokus pada identifikasi dan penilaian risiko untuk menentukan area yang paling penting untuk diaudit.

Tujuan Risk-Based Audit

Tujuan penerapan metode Risk-Based-Audit adalah sebagai berikut:

  1. Memprioritaskan area dengan risiko tinggi
  2. Mendukung tujuan strategis perusahaan
  3. Meningkatkan efektivitas pengendalian internal
  4. Memberikan jaminan yang sesuai bagi manajemen dan dewan direksi

Manfaat Risk-Based Audit

Berikut ini beberapa Manfaat Risk-Based Audit bagi keberlangsungan bisnis:

Menyelaraskan Tujuan Strategis

Manfaat Risk-Based Audit adalah memastikan aktivitas audit berjalan sesuai dengan tujuan dan strategi perusahaan. Sehingga risiko yang menghambat tujuan dapat dicegah sejak awal.

Meningkatkan Efisiensi Waktu dan Sumber Daya

Metode RBA memfokuskan audit pada area berisiko tinggi, sehingga dapat mengoptimalkan waktu, tenaga, hingga biaya.

Menyediakan Visibilitas Risiko yang Lebih Baik

RBA juga menyediakan visibilitas yang jelas dan terstruktur terkait area dengan paparan risiko terbesar bagi manajemen perusahaan.

Memberikan Fleksibilitas Audit dengan Berbagai Kriteria

Penerapan RBA juga membuat audit dapat disesuaikan dengan kriteria lain seperti tingkat materialitas, perubahan bisnis, maupun arahan manajemen.

Tahapan Risk-Based Audit

Ada beberapa tahapan dalam menjalankan Risk-Based-Audit, mulai dari:

1. Perencanaan Audit

RBA dimulai dengan penentuan arah audit dengan memahami tujuan perusahaan, lingkungan bisnis dan regulasi, serta tingkat risiko yang dapat diterima oleh manajemen.

2. Identifikasi Risiko

Langkah selanjutnya yaitu mengidentifikasi berbagai jenis risiko yang dapat memengaruhi pencapaian tujuan perusahaan. Termasuk risiko strategis, operasional, keuangan, maupun kepatuhan hingga IT.

3. Penilaian Risiko

Selanjutnya setiap risiko dinilai berdasarkan kemungkinan terjadinya dan besarnya dampak untuk menentukan tingkat prioritas risiko.

4. Penyusunan Rencana Audit Berbasis Risiko

Setelah itu Anda dapat mulai menyusun rencana audit dengan memprioritaskan area berisiko tinggi. Termasuk penjadwalan audit dan penyesuaian sumber daya auditor.

5. Pelaksanaan Audit

Mulai pelaksanaan audit dengan melakukan pengujian pengendalian dan mengevaluasi efektivitas mitigasi risiko untuk mengidentifikasi sisa risiko.

6. Pelaporan dan Rekomendasi

Sampaikan hasil audit berbasis risiko sekaligus rekomendasi perbaikan serta dampaknya terhadap pencapaian tujuan bisnis.

7. Pemantauan dan Tindak Lanjut

Tahap terakhir dari Risk-Based Audit adalah memantau pelaksanaan rekomendasi audit, memperbarui profil risiko, dan mendukung pendekatan audit berkelanjutan.

Contoh Risk-Based Audit

Area berisiko tinggi yang membutuhkan RBA dapat dilihat melalui beberapa contoh berikut:

  1. Audit procurement dengan risiko fraud tinggi
    Difokuskan pada proses pengadaan yang rawan kecurangan seperti pemilihan vendor dan persetujuan kontrak, untuk memastikan pengendalian berjalan lancar.
  2. Audit IT pada sistem core banking
    Sistem inti perbankan memiliki risiko tinggi terhadap keamanan data, gangguan operasional, dan dampak finansial yang signifikan.
  3. Audit operasional pada unit yang berkontribusi besar terhadap pendapatan
    Gangguan pada unit ini dapat berdampak langsung pada kinerja keuangan perusahaan.
  4. Audit kepatuhan terhadap regulasi OJK
    Dilakukan untuk memastikan kepatuhan terhadap peraturan OJK sehingga meminimalisir risiko sanksi, denda, dan kerusakan reputasi perusahaan.

Kesimpulan

Penerapan metode Risk-Based Audit adalah strategi yang tepat untuk memfokuskan audit pada area berisiko tinggi. Sehingga mampu meningkatkan kualitas pengawasan dan mendukung tujuan perusahaan.

AMT IT Solutions sebagai Diligent Official Partner mendukung Risk-Based Audit melalui platform GRC yang terintegrasi. Untuk konsultasi dan informasi selengkapnya, hubungi marketing@amt-it.com atau klik ikon WhatsApp.