
Risk-Based Audit adalah metode audit internal yang berfokus pada perencanaan dan pelaksanaan audit pada area dengan tingkat risiko tinggi. Sehingga sumber daya audit dapat digunakan dengan lebih efektif dan relevan sesuai tujuan bisnis. Simak pembahasan lengkapnya melalui artikel berikut ini.
Dalam ekosistem audit, Risk-Based Audit adalah salah satu metode audit yang memfokuskan pemeriksaan pada proses, unit, maupun area yang memiliki tingkat risiko tinggi.
Berbeda dengan audit tradisional yang berfokus pada kepatuhan dan pemeriksaan menyeluruh tanpa membedakan risiko. Risk-Based Audit atau disingkat RBA lebih fokus pada identifikasi dan penilaian risiko untuk menentukan area yang paling penting untuk diaudit.
Tujuan penerapan metode Risk-Based-Audit adalah sebagai berikut:
Berikut ini beberapa Manfaat Risk-Based Audit bagi keberlangsungan bisnis:
Manfaat Risk-Based Audit adalah memastikan aktivitas audit berjalan sesuai dengan tujuan dan strategi perusahaan. Sehingga risiko yang menghambat tujuan dapat dicegah sejak awal.
Metode RBA memfokuskan audit pada area berisiko tinggi, sehingga dapat mengoptimalkan waktu, tenaga, hingga biaya.
RBA juga menyediakan visibilitas yang jelas dan terstruktur terkait area dengan paparan risiko terbesar bagi manajemen perusahaan.
Penerapan RBA juga membuat audit dapat disesuaikan dengan kriteria lain seperti tingkat materialitas, perubahan bisnis, maupun arahan manajemen.
Ada beberapa tahapan dalam menjalankan Risk-Based-Audit, mulai dari:
RBA dimulai dengan penentuan arah audit dengan memahami tujuan perusahaan, lingkungan bisnis dan regulasi, serta tingkat risiko yang dapat diterima oleh manajemen.
Langkah selanjutnya yaitu mengidentifikasi berbagai jenis risiko yang dapat memengaruhi pencapaian tujuan perusahaan. Termasuk risiko strategis, operasional, keuangan, maupun kepatuhan hingga IT.
Selanjutnya setiap risiko dinilai berdasarkan kemungkinan terjadinya dan besarnya dampak untuk menentukan tingkat prioritas risiko.
Setelah itu Anda dapat mulai menyusun rencana audit dengan memprioritaskan area berisiko tinggi. Termasuk penjadwalan audit dan penyesuaian sumber daya auditor.
Mulai pelaksanaan audit dengan melakukan pengujian pengendalian dan mengevaluasi efektivitas mitigasi risiko untuk mengidentifikasi sisa risiko.
Sampaikan hasil audit berbasis risiko sekaligus rekomendasi perbaikan serta dampaknya terhadap pencapaian tujuan bisnis.
Tahap terakhir dari Risk-Based Audit adalah memantau pelaksanaan rekomendasi audit, memperbarui profil risiko, dan mendukung pendekatan audit berkelanjutan.
Area berisiko tinggi yang membutuhkan RBA dapat dilihat melalui beberapa contoh berikut:
Penerapan metode Risk-Based Audit adalah strategi yang tepat untuk memfokuskan audit pada area berisiko tinggi. Sehingga mampu meningkatkan kualitas pengawasan dan mendukung tujuan perusahaan.
AMT IT Solutions sebagai Diligent Official Partner mendukung Risk-Based Audit melalui platform GRC yang terintegrasi. Untuk konsultasi dan informasi selengkapnya, hubungi marketing@amt-it.com atau klik ikon WhatsApp.
Contact us