Mengenal Manajemen Risiko Pihak Ketiga dan Cara Penerapannya

Manajemen Risiko Pihak Ketiga

Seringkali perusahaan menggunakan third party atau pihak ketiga untuk membantu memberikan pelayanan pelanggan yang lebih baik. Namun, hal tersebut juga dapat menyebabkan kerugian besar jika Anda tidak menerapkan manajemen risiko pihak ketiga dengan benar.

Berikut ini yang perlu diketahui mengenai pengelolaan risiko pihak ketiga dan cara penerapannya yang tepat.

Tantangan Penerapan Manajemen Pihak Ketiga

Dalam penerapannya, third party atau pihak ketiga memiliki risiko tersendiri bagi tiap perusahaan. Berikut ini beberapa faktor yang perlu Anda perhatikan.

  1. Tim dan sumber daya yang sudah mencapai kapasitasnya;

  2. Adanya harapan jika pihak ketiga sendirilah yang akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk mengelola risiko;

  3. Adanya ketidakpastian mengenai cara menerapkan strategi manajemen risiko vendor, serta biaya kepemilikan yang sebenarnya. Termasuk logistik pemeliharaan berkelanjutan dan penilaian vendor berkelanjutan;

  4. Kurangnya dukungan dari dewan komisaris dan pimpinan senior.
Manajemen Risiko Pihak Ketiga

Cara Menerapkan Manajemen Risiko Pihak Ketiga

Berikut ini panduan yang dapat Anda terapkan untuk mengelola risiko pihak ketiga dengan tepat.

Identifikasikan Risiko Utama

Sebagai langkah awal, Anda perlu mengidentifikasi risiko utama dengan mengungkap apa saja ancaman internal maupun eksternal di seluruh lingkungan perusahaan. Contohnya seperti:

  1. Adakah kebutuhan untuk memenuhi persyaratan peraturan tertentu? (misalnya peraturan mengenai probabilitas dan akuntabilitas asuransi kesehatan);
  2. Apakah perusahaan menggunakan penyedia cloud untuk menyimpan data pelanggan?
  3. Jumlah karyawan yang memiliki akses ke informasi perusahaan atau pelanggan;
  4. Seberapa besar bencana alam atau kerusuhan politik dapat mengganggu rantai pasokan.

Dapatkan Dukungan Dari Pimpinan

Perusahaan yang menggunakan layanan pihak ketiga kemungkinan besar akan membagikan data penting mereka. Perlu diketahui jika tidak semua penyedia layanan memiliki tingkat keamanan yang sama.

Sehingga Anda perlu mengklasifikasi risiko dari masing-masing vendor untuk menentukan sikap keamanan yang perlu dilakukan. Kemudian, Anda dapat memberikan kategori vendor mana yang memiliki risiko keamanan paling rendah hingga yang paling tinggi.

Gunakan Checklist Pengawasan Vendor

Buatlah daftar periksa manajemen risiko pihak ketiga untuk mencegah risiko yang mungkin ditimbulkan. Beberapa diantaranya dirangkum oleh Diligent, seperti:

  1. Alur kerja penilaian risiko vendor;
  2. Keterlibatan vendor;
  3. Persyaratan pelaporan risiko;
  4. Arsitektur dan infrastruktur.

Lakukan Pra-kualifikasi Vendor

Diligent telah mengintegrasikan BitSight Security Rating ke dalam solusi Diligent Third Party Management untuk keamanan informasi. Perangkat ini, mirip dengan skor kredit konsumen (berkisar antara 250 hingga 900) dan diperbarui setiap hari. Artinya, Anda dapat memeriksa kinerja keamanan vendor yang ingin Anda gunakan sebelum menandatangani kontrak.

Kembangkan Manajemen Risiko Anda Bersama Diligent

Penerapan manajemen risiko pihak ketiga akan semakin rumit seiring dengan semakin banyaknya perusahaan yang menggunakan layanan outsourcing dan bergantung pada teknologi seperti cloud computing.

Diligent menawarkan kemudahan solusi manajemen risiko untuk perusahaan, Untuk konsultasi dan informasi selengkapnya, hubungi AMT IT Solutions sebagai Diligent Official Partner di  marketing@amt-it.com atau klik ikon WhatsApp.