Mengenal Adopsi Cloud dan Contoh Penerapannya di Berbagai Negara

Adopsi cloud adalah

Beberapa sektor bisnis di berbagai negara menggunakan data center dan infrastruktur cloud untuk menyederhanakan proses manajemen data menjadi lebih efisien dan aman. Untuk itu, membuat kerangka adopsi cloud adalah upaya penting yang perlu dilakukan negara agar tetap menjadi yang terdepan.

Apa Itu Adopsi Cloud?

Adopsi cloud adalah

Cloud adoption atau adopsi cloud adalah upaya transisi dari infrastruktur server lokal ke infrastruktur jarak jauh berbasis cloud. Dengan menerapkan layanan adopsi cloud, maka semua kebutuhan terkait layanan, hardware, dan software akan terpenuhi melalui platform cloud.

Dengan memanfaatkan teknologi cloud computing, tentunya hal tersebut menjadi investasi teknologi terbaik untuk mengembangkan bisnis.

Fungsi Adopsi Cloud

Bagi pelaku bisnis, fungsi dari kerangka adopsi cloud adalah untuk meningkatkan atau memperluas skala bisnis sesuai kebutuhan tanpa banyak biaya. Selain itu, adopsi cloud juga memungkinkan penggunanya mengakses jaringan dari mana saja. Tentunya, hal tersebut sangat menguntungkan bagi perusahaan bagi perusahaan dengan tenaga kerja jarak jauh atau hybrid.

Adopsi Cloud di Berbagai Negara

Beberapa kelebihan adopsi cloud adalah untuk meningkatkan skalabilitas, efisiensi, penyimpanan, dan keamanan. Berikut ini beberapa studi kasus pengadopsian cloud di berbagai negara.

1. Singapura

Inisiatif Smart Nation Singapore mendorong visinya menuju budaya digital-first dan menjadikan Singapura sebagai pemimpin dalam adopsi cloud di APAC dengan peringkat tertinggi dalam hal adopsi layanan berbasis cloud.

Menurut Laporan BCG Market, pasar cloud publik Singapura diperkirakan akan mencapai US$ 3,6 miliar pada tahun 2023.

2. Amerika Serikat

Amerika Serikat telah lama menjadi pemimpin adopsi cloud di berbagai industri bisnis. Hal ini karena adanya dorongan menuju transformasi digital di negara tersebut yang menjadi kekuatan pendorong adopsi cloud.

Menurut studi Statista, 48% responden di Amerika Serikat saat ini telah mengadopsi industri cloud. Pasar cloud publik Amerika diproyeksikan mencapai US$ 258,10 miliar pada akhir tahun 2023.

3. Cina

Pasar komputasi awan Cini diperkirakan akan meningkat menjadi US$ 90 miliar pada tahun 2025. Saat itu, 60% bisnis dan lembaga pemerintah di negara tersebut akan mengandalkan cloud computing sebagai bagian dari operasional sehari-hari.

Sebagai negara manufaktur yang besar, Cina juga memiliki beberapa produsen IT dalam negeri yang kuat. Di mana mereka menggunakan cloud agar lebih efisien.

4. Australia

Pada tahun 2026, pembelanjaan cloud di Australia diperkirakan mencapai A$22,4 miliar. Adanya kemajuan dalam AI, pembelajaran mesin, dan analisis big data mendorong kebutuhan akan kemampuan komputasi yang kuat di negara tersebut. Beberapa sektor yang memanfaatkan teknologi cloud di Australia seperti sektor keuangan, pelayanan kesehatan, pendidikan, dan pemerintahan.

5. Jepang

Pasar komputasi awan di Jepang diperkirakan akan tumbuh sebesar US$ 13.492,21 juta dari tahun 2022 hingga 2027. Menetapkan negara tersebut berada di puncak pasar layanan awan global menurut Departemen Perdagangan AS. Hal ini disebabkan Jepang memiliki salah satu penyebaran broadband fiber terluas dengan jumlah pengguna fiber terbesar di dunia.

Sangfor Siap Bantu Adopsi Cloud di Perusahaan Anda

Adopsi cloud adalah upaya yang dapat menimbulkan berbagai tantangan jika tidak diterapkan dengan benar. Untuk itu, Sangfor sebagai penyedia solusi cloud computing menawarkan berbagai solusi yang dapat mempermudah transformasi Anda menuju layanan cloud terbaik.

Untuk konsultasi mengenai produk cloud computing Sangfor, hubungi AMT IT Solutions sebagai Sangfor Official Partner melalui  marketing@amt-it.com atau klik ikon WhatsApp.